This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 21 Februari 2013

Password dan Cheat Nascar Rumble Racing PS2

Password dan Cheat Nascar Rumble Racing PS2  , password curang bermain rumble racing ps2 , cheat nascar rumble racing , halo para pecinta game rumble racing kali ini saya akan memberikan Password dan Cheat Nascar Rumble Racing PS2 untuk anda
LEAITEPUC    Mobil Blue Devil
UBTCKSTOH    Mobil Buckshot
P1PROC1PU    Mobil Cataclysm
TLACOBTLA    Mobil Cobalt
ILQTEC3PU    Mobil Direwolf
Q2PROC2YT    Mobil Escargot
BSUIGASUM    Mobil Gamecus
HGIROLREL    Mobil High Roller
CDAAPTNIA    Mobil Interceptor
ILETEC1MB    Mobil Jolly Roger
ILCTEC2VB    Mobil Malice
KCEROCTEK    Mobil Redneck Rocket
PTOATRTOI    Mobil Revolution
AEPPROPUC    Mobil Road Kill
ABOGOBOGA    Mobil Road Trip Car
OPSRTISUC    Mobil Sporticus
AMHBRAAMH    Mobil Stinger
THTORHROT    Mobil Thor
VTYANIYTT    Mobil Van Itty
1AREXT1AR    Mobil Vortex
NALDSHHSD    Mobil XXS Tomcat
P1PROC1PU    Piala Pro 2
Q2PROC2YT    Piala Pro 3
AEPROCPUC    Piala Elit
ILETEC1MB    Piala Elit 2
ILCTEC2VB    Piala Elit 3
ILQTEC3PU    Piala Elit 4
YEAMPLOWW    Piala Akrobat EA
LEAITEPUC    Piala Elit EA
ZEAGTLUKE    Lintasan Circus Minimus
AEPPROPUC    Lintasan Surf & Turf
ILQTEC3PU    Lintasan Over Easy

Password Untuk Modus Perlombaan
Masukan salah satu cheat, kode atau password berikut untuk bermain di modus perlombaan dengan mobil-mobil yang terbuka.

KOZIEC1PU, KZOIEC2P1, OORKIEPUC

Jumat, 15 Februari 2013

Biografi Lorenzo Abraham

Lorenzo Abraham

Foto Lorenzo Abraham

Lorenzo Abraham

Biodata :

  • Nama Lengkap    : Lorenzo Abraham
  • Ayah                    : Geoffrey Abraham
  • Ibu                       : Febbe Anggraeni
  • Kakak                  : Giorgino Abraham
  • Profesi                 : Aktor
  • Agama                 : Kristen
  • Twitter                 : @LorenzoAbraham

Sinetron yang dibintangi Lorenzo Abraham :

  • - Semua Sayang Eneng

Biografi Lucky Perdana

Lucky Perdana

Foto Lucky Perdana

Lucky Perdana

Biodata :

  • Nama Lengkap   : Lucky Perdana
  • Nama Panggilan : Uky
  • TTL                    : Banyuwangi, 8 Apri l 1986
  • Zodiak               : Aries
  • Nama Ayah        : Alm. Bambang
  • Nama Ibu           : Puji K
  • Anak Ke             : 1 dari 3 bersaudara
  • Agama              : Islam
  • Makanan Fav    : Rawon

Sinetron yang pernah dibintangi Lucky Perdana:
  • Pacarku Superstar
  • Kiamat Sudah Dekat 2)
  • Cowok Impian" (2006)
  • Pangeran Penggoda" (2007)
  • JanjiMU Seperti Fajar" (2007)
  • Candy
  • Ratu
  • Maha Kasih
  • SurgaMU
  • Pintu Hidayah
  • Nona Dewa
  • Safira
  • Hingga akhir waktu
  • Upik Abu dan Laura
  • Lia
  • AMAB The Series

Pendidikan :

  • SD  Kepatihan III Banyuwangi
  • SLTP  Katolik Banyuwangi
  • SMA  1 Giri Banyuwangi
  • Universitas Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Inter Studi (Advertising)

Jembatan Paling Ekstrim Di Dunia

Jembatan dibuat untuk menghubungkan dua dataran yang terpisah. Walau mayoritas merupakan olah tangan manusia, ada kalanya alam turut campur. Misalnya jembatan di Gunung Tai, Cina.Bentuk kontur daratan yang ekstrim berpengaruh pada bentuk jembatan yang dibangun. Hasilnya, banyak jembatan yang bikin ‘deg-degan’ bila kita berada di atasnya. Di bawah ini beberapa contoh jembatan paling ‘gila’ di dunia. Apa sajakah itu?
1. Immortal Bridge 
Letaknya di Gunung Tai, Provinsi Shandon, Cina. Gunung ini salah satu dari lima gunung suci di Cina dan berhubungan dengan kelahiran, fajar dan renaisans. Jembatan ini terdiri dari tiga batu besar dan beberapa yang lebih kecil. Di bawahnya lembah dan ke arah Selatan ada jurang yang tampaknya tak berdasar. Jembatan ini terbentuk karena proses alami. Tidak ada yang tahu kapan terciptanya, kuat dugaan sudah ada sejak zaman es terakhir.
2. The Old Bridge of Konitsa
Jembatan ini telah ada berabad-abad di Yunani membentang di atas sungai Aoos, sungai yang meluap setiap musim dingin. Coba perhatikan dengan teliti di bagian bawah jembatan, Anda dapat melihat lonceng kecil. Fungsinya sebagai penanda ketika bel berbunyi karena angin, berarti terlalu berbahaya untuk menyeberangi jembatan.3. The Carrick-a-Rede Rope Bridge
Carrick-a-Rede Rope Bridge adalah jembatan tali dekat Ballintoy, County Antrim, Irlandia Utara. Jembatan ini menghubungkan dengan Pulau Carrick. Sebagai situs yang dikelola oleh National Trust, menjadi daya tarik wisata. Rentang jembatannya 20 meter dan tingginya 30 meter di atas bebatuan di bawahnya.
4. Royal Gorge Bridge

Sebagai salah satu daya tarik wisata dekat Canon City, Colorado, pernah memegang rekor sebagai jembatan tertinggi sebelum kalah oleh jembatan Beipanjiang di Cina. Rentang Royal Gorge 286 m, panjangnya 384 m dan lebarnya 5,5 m.
5. Inca Rope Bridge
 


Jembatan ini ada di Lembah Apurimac, Peru. Cara pembuatannya sudah dikenal sejak jaman kekaisaran Inca. Dibuat dari serat alami yang ditenun menjadi tali yang kuat.6. Sky Bridge, Pulau Langkawi
 


Letaknya di Pulau Langkawi, Malaysia. Tingginya 687 m dari permukaan laut. Jembatan Sky merupakan jembatan paling spektakuler karena bentuknya yang melengkung sepanjang 136 meter dan lebar jembatan 2 meter.7. Puente de Ojuela
Ojuela adalah sebuah pemukiman pertambangan kecil terletak di barat laut kota Durango, bagian utara Meksiko. Sekarang dikenal sebagai kota hantu akibat sudah ditinggalkan karena tidak lagi produktif. Jembatan ini dikenal sebagai “Puente de Ojuela” (Ojuela Bridge) oleh penduduk setempat. Dirancang oleh Roebling Bersaudara, yang juga merancang Jembatan Brooklyn.

Jenis - Jenis Dioda Beserta Fungsinya

Seperti pada postingan sebelumnya yang telah dijelaskan mengenai pengertian dioda. Pada kesempatan kali ini kami akan menulas tentang jenis-jenis dioda beserta fungsinya.

            Ada berbagai jenis dioda yang dibuat sesuai dengan fungsinya tanpa meninggalkan karakteristik serta spesifikasinya, seperti dioda penyearah (rectifier), dioda Emisi Cahaya (LED), dioda Zenner, dioda photo (Photo-Dioda) dan Dioda Varactor.
 

1. DIODA PENYEARAH (RECTIFIER)
Dioda penyearah adalah jenis dioda yang terbuat dari bahan Silikon yang berfungsi sebagai penyearah tegangan / arus dari arus bolak-balik (ac) ke arus searah (dc) atau mengubah arus ac menjadi dc. Secara umum dioda ini disimbolnya.

 
Kaki-kaki dioda yaitu kaki katoda ditandai dengan garis pada ujungnya
Gambar 1. dioda penyearah
2. DIODA ZENER 
Dioda Zener merupakan dioda junction P dan N yang terbuat dari bahan dasar silikon. Dioda ini dikenal juga sebagai Voltage Regulation Diode yang bekerja pada daerah reverse (kuadran III). Potensial dioda zener berkisar mulai 2,4 sampai 200 volt dengan disipasi daya dari ¼ hingga 50 watt.
Fenomena tegangan breakdown dioda ini menginspirasi pembuatan komponen elektronika kerabat dioda yang bernama Zener. Tidak ada perbedaan struktur dasar dari Zener dengan dioda. Dengan memberi jumlah doping yang lebih banyak pada sambungan P dan N, ternyata tegangan breakdown dioda bisa makin cepat tercapai. Jika pada dioda biasanya baru terjadi breakdown pada tegangan ratusan volt, pada Zener bisa terjadi pada angka puluhan dan satuan volt. Di datasheet ada Zener yang memiliki tegangan Vz sebesar 2 volt, 5.6 volt dan sebagainya. Fungsi dari komponen ini biasanya dipakai untuk pengamanan rangkaian setelah tegangan Zener.


Gambar 2. dioda zener
Perhatikan rangkaian berikut, input tegangan akan yang masuk ke rangkaian lain dan beban akan dibatasi oleh dioda zener. Jika input tegangan dibawah 5.6V, dioda tidak menghantarkan arus sehingga arus akan mengalir ke rangkaian lain dan beban. Jika input tegangan mencapai 5,6 V atau lebih maka dioda zener akan terjadi brekadown dan arus akan mengalir melalui dioda, bukan ke rangkaian atau beban.
3. DIODA EMISI CAHAYA ( LIGHT EMITTING DIODE ) 
Dioda emisi cahaya atau dikenal dengan singkatan LED merupakan Solid State Lamp yang merupakan piranti elektronik gabungan antara elektronik dengan optik, sehingga dikategorikan pada keluarga “Optoelectronic”. Sedangkan elektroda-elektrodanya sama seperti dioda lainnya, yaitu anoda (+) dan Katoda (-). Ada tiga kategori umum penggunaan LED, yaitu :
- Sebagai lampu indikator,
- Untuk transmisi sinyal cahaya yang dimodulasikan dalam suatu jarak tertentu,
- Sebagai penggandeng rangkaian elektronik yang terisolir secara total. Simbol,
  bangun fisiknya dan konstruksinya diperlihatkan pada gambar berikut.
Bahan dasar yang digunakan dalam pembuatan LED adalah bahan Galium Arsenida (GaAs) atau Galium Arsenida Phospida (GaAsP) atau juga Galium Phospida (GaP), bahan-bahan ini memancarkan cahaya dengan warna yang berbeda-beda. Bahan GaAs memancarkan cahaya infra-merah, Bahan GaAsP memancarkan cahaya merah atau kuning, sedangkan bahan GaP memancarkan cahaya merah atau hijau.
Seperti halnya piranti elektronik lainnya , LED mempunyai nilai besaran terbatas dimana tegangan majunya dibedakan atas jenis warna 
TABEL LED DAN TEGANGANYA
Warna
Tegangan Maju
 Merah
1.8 volt
Orange
2.0 volt
Kuning
2.1 volt
Hijau
2.2 volt
Gambar 3. dioda LED
Sedangkan besar arus maju suatu LED standard adalah sekitar 20 mA. Karena dapat mengeluarkan cahaya, maka pengujian LED ini mudah, cukup dengan menggabungkan dengan sumber tegangan dc kecil saja atau dengan ohmmeter dengan polaritas yang sesuai dengan elektrodanya.

LED konvensional terbuat dari mineral inorganik yang bervariasi sehingga menghasilkan warna sebagai berikut:

* Aluminium Gallium Arsenide (AlGaAs) – merah dan inframerah
* Gallium Aluminium Phosphide – hijau
* Gallium Arsenide/Phosphide (GaAsP) – merah, oranye-merah, oranye, dan kuning
* Gallium Nitride (GaN) – hijau, hijau murni (atau hijau emerald), dan biru
* Gallium Phosphide (GaP) – merah, kuning, dan hijau
* Zinc Selenide (ZnSe) – biru
* Indium Gallium Nitride (InGaN) – hijau kebiruan dan biru
* Indium Gallium Aluminium Phosphide – oranye-merah, oranye, kuning, dan hijau
* Silicon Carbide (SiC) – biru
* Diamond (C) – ultraviolet
* Silicon (Si) – biru (dalam pengembangan)
* Sapphire (Al2O3) – biru
LED biru dan putih
LED biru pertama kali dan bisa dikomersialkan menggunakan substrat galium nitrida. LED ini ditemukan oleh Shuji Nakamura tahun 1993 sewaktu berkarir di Nichia Corporation di Jepang.
LED ini kemudian populer di penghujung tahun 90-an. LED biru ini dapat dikombinasikan ke LED merah dan hijau yang telah ada sebelumnya untuk menciptakan cahaya putih.
4. DIODA CAHAYA ( PHOTO-DIODE)
Dioda cahaya ini bekerja pada daerah reverse, jadi hanya arus bocor saja yang melewatinya. Dalam keadaan gelap, arus yang mengalir sekitar 10 A untuk dioda cahaya dengan bahan dasar germanium dan 1A untuk bahan silikon. Kuat cahaya dan temperature keliling dapat menaikkan arus bocor tersebut karena dapat mengubah nilai resistansinya dimana semakin kuat cahaya yang menyinari semakin kecil nilai resistansi dioda cahaya tersebut. Penggunaan dioda cahaya diantaranya adalah sebagai sensor dalam pembacaan pita data berlubang (Punch Tape), dimana pita berlubang tersebut terletak diantara sumber cahaya dan dioda cahaya. Jika setiap lubang pita itu melewati antara tadi, maka cahaya yang memasuki lubang tersebut akan diterima oleh dioda cahaya dan diubah dalam bentuk signal listrik. Sedangkan penggunaan lainnya adalah dalam alat pengukur kuat cahaya (Lux-Meter), dimana dalam keadaan gelap resistansi dioda cahaya ini tinggi sedangkan jika disinari cahaya akan berubah rendah. Selain itu banyak juga dioda cahaya ini digunakan sebagai sensor sistem pengaman (security) misal dalam penggunaan alarm.
Gambar 4. dioda foto.
5. DIODA VARACTOR
Dioda Varactor disebut juga sebagai dioda kapasitas yang sifatnya mempunyai kapasitas yang berubah-ubah jika diberikan tegangan. Dioda ini bekerja didaerah reverse mirip dioda Zener. Bahan dasar pembuatan dioda varactor ini adalah silikon dimana dioda ini sifat kapasitansinya tergantung pada tegangan yang diberikan padanya. Jika tegangan tegangannya semakin naik, kapasitasnya akan turun. Dioda varikap banyak digunakan pada pesawat penerima radio dan televisi di bagian pengaturan suara (Audio). 
Gambar 5. dioda varactor
6. DIODA SCHOTTKY (SCR)
            DIODA SCR singkatan dari Silicon Control Rectifier. Adalah Dioda yang mempunyai fungsi sebagai pengendali. SCR atau Tyristor masih termasuk keluarga semikonduktor dengan karateristik yang serupa dengan tabung thiratron. Sebagai pengendalinya adalah gate(G).SCR sering disebut Therystor. SCR sebetulnya dari bahan campuran P dan N. Isi SCR terdiri dari PNPN (Positif Negatif Positif Negatif) dan biasanya disebut PNPN Trioda.
Gambar 6. dioda schottky.
Pada gambar diatas terlihat SCR dengan anoda pada kaki yang berulir, Gerbang gate pada kaki yang pendek, sedangkan katoda pada kaki yang panjang.

Kamis, 14 Februari 2013

Beografi Nina Zatulini

Nina Zatulini


Biodata Nina Zatulini : 
Nama lahir Shadrina Zatulini Munaf
Nama lain Nina Zatulini
Nina
Lahir 22 November 1991
Jakarta, Indonesia
Pekerjaan Aktris
Model
Bintang Iklan
Tahun aktif 2006 - sekarang
Agama Islam
Akun Twitter NinaZatulini

Rabu, 13 Februari 2013

Biografi Randy Martin

Randy Martin

Foto Randy Martin

Randy Martin

Biodata :

  • Nama Lengkap : Randy Martin Pitono
  • Nama Panggilan : Randy
  • Kota Kelahiran : Cibubur, Indonesia
  • Tanggal Lahir : 18 November 1998
  • Agama :  Kristen Katolik
  • Cita-Cita : Aktor

Jumat, 08 Februari 2013

Proses Geomorfologi



1. Pelapukan

Pelapukan adalah proses disintegrasi secara berangsur dari material penyusun kulit bumi yang berupa batuan. Pelapukan sangat dipengaruhi oleh kondisi iklim , temperatur serta komposisi mineral-mineral batuan.

Dalam Geomorfologi, denudasi adalah istilah yang dipakai untuk mengindikasikan lepasnya material – material melalui proses erosi dan pelapukan yang berakibat pada berkurangnya ketinggian (elevasi) dan relief dari bentuk lahan serta bentang alam. Proses eksogenik (kerja air, es, dan angin) adalah faktor yang mendominasi proses denudasi. Denudasi dapat mengakibatkan lepasnya partikel- partikel yang berbentuk padat maupun material yang berupa larutan. Secara geomorfologi , pelapukan mekanis dan pelapukan kimiawi mempunyai hubungan dengan pembentukkan bentang alam.

Pelapukan mekanis adalah semua mekanisme yang dapat mengakibatkan terjadinya proses pelapukan sehingga suatu batuan dapat hancur menjadi beberapa bagian yang lebih kecil partikel-partikel yang lebih halus. Mekanisme dari proses pelapukan mekanis antara lain adalah abrasi, kristalisasi es (pembekuan air) dalam batuan, perubahan panas secara cepat (thermal fracture) , proses hidrasi, dan eksfoliasi/pengelupasan yang disebabkan pelepasan tekanan pada batuan karena perubahan tekanan.


Pelapukan kimiawi (dikenal juga sebagai proses dekomposisi atau proses peluruhan) adalah terurai/pecahnya batuan melalui mekanisme kimiawi, seperti karbonisasi, hidrasi, hidrolisis, oksidasi dan pertukaran ion-ion dalam larutan.  Pelapukan kimiawi merubah komposisi mineral mineral dalam batuan menjadi mineral permukaan seperti mineral lempung. Mineral-mineral yang tidak stabil yang terdapat dalam batuan akan dengan mudah mengalami pelapukan apabila berada dipermukaan bumi, seperti basalt dan peridotit. Air merupakan agen yang sangat penting dalam terhadinya proses pelapukan kimia, seperti pengelupasan cangkang (speriodal weathering) pada batuan.


Pelapukan organis dikenal juga sebagai pelapukan biologis dan merupakan istilah yang umum dipakai untuk menjelaskan proses pelapukan biologis yang terjadi pada penghancuran batuan, termasuk proses penetrasi akar tumbuhan kedalam batuan dan aktivitas organisme dalam membuat lubang-lubang pada batuan (bioturbation), termasuk didalamnya aksi dari berbagai jenis asam yang ada dalam mineral melalui proses leaching. Pada hakekatnya pelapukan organis merupakan perpaduan antara proses pelapukan mekanis dan pelapukan kimiawi.

Hasil akhir dari ketiga jenis pelapukan batuan tersebut diatas dikenal sebagai soil (tanah). Karena tanah merupakan hasil dari pelapukan batuan maka berbagai jenis tanah, seperti Andosol, Latosol atau Laterit tergantung pada jenis batuan asalnya.
Proses pelapukan, baik secara mekanis yang disebabkan antara lain oleh perubahan temperatur panas , dingin, angin, hujan, es, pembekuan pada batuan menyebabkan batuan induk mengalami disintegrasi (perombakan) menjadi bagian yang lebih kecil, sedangkan proses kimiawi yang disebabkan oleh larutan asam, kelembaban merubah mineral-mineral menjadi ion-ion, oksidasi besi dan alumina, mineral silika akan menghasilkan lapisan lapisan lempung.




Tabel 2.1  Produk Pelapukan Mineral Pembentuk Batuan

Mineral Asal Dalam Pengaruh CO2 dan  H2O Hasil Utama ( Padat ) Hasil Lainnya   (Larutan)
Feldspar
Mineral lempung  (Na) Na+, Ca2+, K+, SO2
Mineral Fero-magnesium (termasuk biotit dan mika)
Mineral lempung  (Na) Na+, Ca2+, K+, SO2, Mg2+, Fe2+
Muscovit
Mineral lempung  (K) K+, SO2
Kuarsa
Butiran pasir -
Kalsit
Ca Ca2+, HCO3



2. Erosi

Erosi adalah istilah umum yang dipakai untuk proses penghancuran batuan (pelapukan) dan proses pengangkutan hasil penghancuran batuan. Proses erosi fisika disebut sebagai proses corration (erosi mekanis) sedangkan proses erosi kimia disebut dengan corrosion. Agen dari proses erosi adalah gaya gravitasi, air, es, dan angin. Berdasarkan bentuk dan ukurannya, erosi dapat dibagi menjadi 5 (lima) yaitu:


  • Erosi alur (Riil erosion)
Erosi alur adalah proses pengikisan yang terjadi pada permukaan tanah (terain) yang disebabkan oleh hasil kerja air berbentuk alur-alur dengan ukuran berkisar antara beberapa milimeter hingga beberapa centimeter. Pada dasarnya erosi alur merupakan tahap awal dari hasil erosi air yang mengikis permukaan tanah (terrain) membentuk alur-alur sebagai tempat mengalirnya air. Pada perkembangannya erosi alur akan berkembang menjadi erosi ravine.

Erosi alur berupa alur-alur kecil dengan lebar alur berkisar beberapa centimeter dan terbentuk akibat erosi air.
  • Erosi Berlembar (Sheet Erosion)
Erosi berlembar adalah proses pengikisan air yang terjadi pada permukaan tanah yang searah dengan bidang permukaan tanah, biasanya terjadi pada lereng-lereng bukit yang vegetasinya jarang atau gundul.

  • Erosi drainase (ravine Erosion)
Erosi drainase  adalah proses pengikisan yang disebabkan oleh kerja air pada permukaan tanah (terrain) yang membentuk saluran-saluran dengan lembah-lembah salurannya berukuran antara beberapa centimeter hinggga satu meter.

  • Erosi saluran (gully erosion)
Erosi saluran adalah erosi yang disebabkan oleh hasil kerja air pada permukaan tanah membentuk saluran-saluran dengan ukuran lebar lembahnya lebih besar 1 (satu) meter hingga beberapa meter.

  • Erosi lembah (valley erosion)
Erosi lembah adalah proses dari kerja air pada permukaan tanah (terrain) yang berbentuk saluran-saluran dengan ukuran lebarnya diatas sepuluh meter.

3. Mass Wasting
Mass Wasting adalah semua pengangkutan massa puing batuan     menuruni lereng akibat pengaruh langsung tenaga gravitasi melalui proses rayapan (creep), luncuran (slides), aliran (flows), rebah (topples), dan jatuhan (falls). Mass wasting umumnya terjadi di daratan maupun di lautan terutama di lereng benua.

4. Sedimentasi
Sedimentasi adalah suatu proses pengendapan material yang ditranport oleh media air, angin, es/gletser di suatu cekungan. Delta yang terdapat di mulut-mulut sungai adalah hasil dari proses pengendapan material-material yang diangkut oleh air sungai, sedangkan Sand Dunes yang terdapat di gurun-gurun dan di tepi pantai adalah hasil dari pengendapan material – material yang diangkut oleh angin.

Bentangalam yang ada saat ini adalah hasil dari proses proses geologi yang terjadi di masa lampau. Pada saat ini proses proses geologi (endogenik dan eksogenik) tetap berlangsung dan secara berlahan dan pasti akan merubah bentuk bentang alam yang ada saat ini. Proses proses eksogen yang terjadi di permukaan bumi dapat dikelompokkan berdasarkan agen/media yang mempengaruhinya, yaitu air, angin, gletser dan iklim
Agen Geomorfologi
Proses proses utama yang bertanggungjawab yang terjadi di permukaan bumi untuk kebanyakan bentuk-bentuk permukaan bumi adalah angin, gelombang, pelapukan, mass wasting, air bawah tanah, air permukaan, gletser, tektonik dan volkanisme. Apabila air jatuh keatas permukaan bumi, maka beberapa kemungkinan dapat terjadi. Air akan terkumpul sebagai tumpukan salju didaerah-daerah  puncak pegunungan yang tinggi atau sebagai gletser. Ada pula yang terkumpul didanau-danau. Yang jatuh menimpa tumbuh- tumbuhan dan tanah, akan menguap kembali kedalam atmosfir atau diserap oleh tanah melalui
akar-akar tanaman, atau mengalir melalui sistim sungai atau aliran bawah tanah.


1. Proses Sungai (Fluvial Process)
Sungai dan cabang-cabang sungai tidak saja hanya mengangkut air, tetapi juga sedimen. Air yang mengalir di saluran disepanjang saluran sungai, mampu memobilisasi sedimen dan mengangkutnya kebagian hilir, baik yang berbentuk bed load (partikel berukura kasar), suspended load (partikel berukuran halus) atau dissolved load (partikel yang larut dalam air). Kecepatan pengangkutan sedimen sangat tergantung ketersediaan sedimen itu sendiri serta material sedimen yang masuk kedalam sungai. Sebagaimana aliran sungai yang mengalir pada berbagai tipe bentangalam, dan umumnya meningkat dalam ukurannya sebagai akibat dari bersatunya anak-anak sungai ke sungai induknya. Jaringan sungai ini kemudian membentuk suatu sistem aliran  yang sering disebut dengan dendritik, atau mengadopsi dengan pola lainnya tergantung pada topografi regional dan kondisi geologi yang mendasarinya. Diatas permukaan Bumi, air akan mengalir melalui jaringan pola aliran sungai menuju bagian- bagian yang rendah. Setiap pola aliran mempunyai daerah pengumpulan air yang dikenal
Sebagai daerah aliran sungai  atau disingkat sebagai DAS atau  drainage basin . Setiap DAS dibatasi dari DAS disebelahnya oleh suatu tinggian topografi yang dinamakan pemisah aliran (drainage divide). Dengan digerakkan oleh gayaberat, air hujan yang jatuh dimulai dari daerah pemisah aliran akan mengalir melalui lereng sebagai lapisan lebar berupa air-bebas dengan ketebalan hanya beberapa Cm saja yang membentuk alur-alur kecil. Dari sini air akan bergabung dengan sungai baik melalui permukaan atau sistim air bawah permukaan. Dalam perjalanannya melalui cabang-cabangnya menuju ke sungai utama dan kemudian
bermuara di laut, air yang mengalir dipermukaan melakukan kegiatan-kegiatan mengikis, mengangkut dan mengendapkan bahan-bahan yang dibawanya. Meskipun sungai-sungai yang ada dimuka bumi ini hanya mengangkut kira-kira 1/1000.000 dari jumlah air yang ada di Bumi, namun ia merupakan gaya geologi yang sangat ampuh yang menyebabkan perubahan pada permukaan bumi. Hasil utama yang sangat menonjol yang dapat diamati adalah terbentuknya lembah-lembah yang dalam yang sangat menakjubkan diatas muka bumi ini.
a.   Pengikisan sungai
Cara sungai mengikis dan menoreh lembahnya adalah dengan cara (1) abrasi,  (2)merenggut dan mengangkat bahan-bahan yang lepas, (3) dengan pelarutan. Cara yang pertama atau abrasi merupakan kerja pengikisan oleh air yang paling menonjol yang dilakukannya dengan menggunakan bahan-bahan yang diangkutnya, seperti pasir, kerikil.
Cara lain yang dapat dilakukan  adalah dengan hydrolic lifting, yang terjadi sebagai akibat tekanan oleh air, khususnya pada arus turbelensi. Batuan yang sudah retak-retak atau menjadi lunak karena proses pelapukan, akan direnggut oleh air. Dalam keadaan tertentu air dapat ditekan dan masuk kedalam rekahan-rekahan batuan dengan kekuatan yang dahsyat yang mempunyai kemampuan yang dahsyat untuk menghancurkan batuan yang membentuk saluran atau lembah. Air juga dapat menoreh lembahnya melalui proses pelarutan, terutama apabila sungai itu mengalir melalui batuan yang mudah larut seperti batukapur.


b.   Pengangkutan oleh sungai
Sungai juga ternyata merupakan media yang mampu mengangkut sejumlah besar bahan yang terbentuk sebagai akibat proses pelapukan batuan. Banyaknya bahan yang diangkut ditentukan oleh faktor iklim dan tatanan geologi dari suatu wilayah. Meskipun bahan-bahan yang diangkut oleh sungai berasal antara lain dari hasil penorehan yang dilakukan sungai itu sendiri, tetapi ternyata yang jumlahnya paling besar adalah yang berasal dari hasil proses pelapukan batuan. Proses pelapukan ternyata menghasilkan sejumlah besar bahan yang siap untuk diangkut baik oleh sungai maupun oleh cara lain seperti gerak tanah, dan air tanah. Bagaimana cara air mengalir mengangkut bahan-bahannya akan diuraikan sebagai berikut: Dengan cara melarutkan. Jadi dalam hal ini air pengangkut berfungsi sebagai media larutan. Dengan suspensi, atau dalam keadaan bahan-bahan itu terapung  didalam air. Kebanyakan sungai-sungai (meskipun tidak semuanya) mengangkut sebahagian besar bebannya melalui cara ini, terutama sekali bahan-bahan berukuran pasir dan lempung. Tetapi pada saat banjir, bahan-bahan berukuran yang lebih besar dari itu juga dapat diangkut dengan cara demikian. Dengan cara didorong melalui dasar sungai (bed load). Agak berbeda dengan cara sebelumnya, cara ini berlangsung kadang-kadang saja, yaitu pada saat kekuatan airnya cukup besar untuk menggerakkan bahan-bahan yang terdapat di dasar sungai.



2. Proses Angin (Aeolian Process)
Proses Aeolian adalah proses yang disebakan oleh aktivitas angin khususnya kemampuan angin dalam merubah bentuk permukaan bumi. Angin dapat mengikis/mengerosi, mentranport, dan mengendapkan material-material, terutama sangat efektif di daerah yang vegetasinya jarang dan sebagai pemasok material sedimen yang tak terkonsolidasi. Walaupun air lebih dominan dibandingkan angin, namun proses aeolian sangat penting terutama pada lingkungan arid seperti diwilayah gurun.

3. Mass Wasting Process (Hillslope)
Tanah, regolith dan batuan dapat berpindah ke kaki lereng oleh gaya gravitasi dengan cara rayapan, aliran, rebahan, atau jatuhan. Mass wasting terjadi terutama di daratan maupun di lereng lereng yang berada pada bawah laut.

4. Proses Glasial (Glacial Process)
Secara geografis, penyebaran proses glasial terjadi di tempat tempat tertentu dan sebarannya terbatas. Proses glasial diketahui sebagai agen yang sangat efekti dalam perubahan bentangalam. Pergerakan es yang bersifat berlahan ke arah lsuatu lembah dapat menyebabkan abrasi dan gerusan pada batuan yang dilewatinya.

Sumber-sumber:
Bloom, Arthur., Geomorphology A systematic Analysis of late Cenozoic
Landforms, Prentice-Hall, 1978.
Noor, Djauhari., bab 2 proses proses geomorfologi, docs.docstoc.com